Cuma mau mempertanyakan sebuah hal yang mungkin kebanyakan orang anggap biasa aj.
Jika seseorang sudah mengambil sebuah keputusan untuk mencintai ataupun menyukai seseorang, di saat yang sama bukankah seseorang juga harus siap merasakan sakit ?
klo seseorang itu ga siap terluka, untuk apakah dia mengambil keputusan penting itu untuk mencintai ataupun menyukai seseorang?
July 1, 2007 at 6:06 am
retoris. sudah kamu jawab sendiri, gitu
yang jelas, asah cluritmu setajam mungkin sebelum maju ke medan perang. sangat berguna untuk meminimalisir resiko “terbunuh”.
kita berperang tentunya untuk menang, kan? siap untuk terbunuh bukan berarti kita harus terbunuh
selalu ada saat di mana kita harus realistis. saat pasukan kita habis dan hanya tersisa kita sendiri, nekat maju bukanlah sebuah tindakan heroik malah justru sebuah tindakan konyol. kabur dari medan perang bakal lebih baik demi menyusun pasukanmu kembali untuk kembali suatu saat nanti
kalopun pada saatnya kita memang harus “mati”, matilah dengan berguna. bukan cuma demi nama besar dan gengsi yang tidak akan pernah berwujud apa-apa
July 16, 2007 at 4:15 pm
betul
July 31, 2007 at 6:09 pm
hidup ini indah lho…
kok mikirnya sampe perang & bunuh2an sih?
gak usah kebanyakan mikir, jalanin aja dulu.
“you will never know if you will never show”.
August 8, 2007 at 3:49 pm
trieztyant:::
hahahaha..cuma analogi kok